Melalui 13 Program Intervensi Spesifik Kabupaten Majalengka Wujudkan Zero New Stunting
-

MAJALENGKA, anmnews.id-
Dalam mewujudkan Kabupaten Majalengka zero new stunting,
Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika
(Diskominfo) Kabupaten Majalengka menggelar acara Majalengka Berbicara (MABAR)
dengan tema "Majalengka Zero New Stunting" yang bertempat di Gedung
Yudha Karya Negara Pendopo Majalengka, Selasa (15/10/24).
Hadir narasumber pada acara ini yakni Tim Kerja Dinas
Kesehatan, Asri, dan dokter spesialis anak, Dr Ratih dari Ikatan Dokter Anak.
Nampak hadir pula perwakilan organisasi wartawan dari Persatuan Jurnalis
Indonesia (PJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) , Aliansi Wartawan
Indonesia (AWI), Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) , Ikatan Jurnalis TV
Indonesia (IJTI) dan dari perwakilan media online vdan media sosial di
Kabupaten Majalengka.
Baca Lainnya :
- Panwascam Kecamatan Sedong Gelar Tes Wawancara PTPS untuk Pilkada 20240
- Kapolres Beltim Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Manumbing 20240
- KPU Beltim Serahkan Fasilitasi Bahan Kampanye untuk Cabup 0
- Bahas Permasalahan di Daerah, Bupati dan Forkopimda Guyub di Warkop0
- Jimat Salah Satu Program Inovasi dan Kolaborasi Pj BupatiMajalengka Dengan TP- PKK Majalengka0
Dalam pemaparannya, Tim Kerja dari Dinas Kesehatan, Asri
mengatakan bahwa Dinas Kesehatan telah memprogramkan Majalengka zero new
stunting.
"Ada 13 program Intervensi spesifik dan sensitif untuk
menurunkan stunting yang sudah direncanakan diantaranya aksi bergizi dengan
sasaran remaja putri, mereka harus bebas anemia. Bagaimana pencegahan tersebut dari rangkaian
aksi bergizi kepada remaja putri yang ke depan akan menjadi cikal bakal akan
menjadi ibu. Program lainnya kepada sasaran ibu hamil sebelum melahirkan dan
setelah melahirkan harus dilakukan pemeriksaan rutin dengan gizi atau makanan
harus diperhatikan, " ujarnya.
Selanjutnya, sasaran kepada Balita, bagaimana pemberian ASI
ekslusif, makanan tambahan protein dan masalah lainnya yang harus di pantau.
Masih kata dia, untuk mewujudkan Majalengka zero new
stunting ini Dinasa Kesehatan juga mendapatkan dukungan oleh DP3AKB Kabupaten
Majalengka.
Ditambahkannya, dalam survai pusat pada tahun 2023-2024,
stunting di Kabupaten Majalengka sudah mengalami penurunan.
Sementara itu, dr Ratna menambahkan bahwa stunting atau gizi
buruk itu harus diketahui masyarakat luas.
"Pendek itu tidak berarti stunting, dan untuk
mengetahui anak kita ada dimana harus ditimbang dan diukur berat badan tinggi
badan dan lingkar kepala. Apakah anak
masuk stunting atatu tidak harus dilihat di grafik berdasarkan standar WHO
misalkan anak seusianya berbeda dengan yang lainnya karena gizi buruk b pencegahan atau penanganan lebih
lanjut,"katanya.
( Din.f )
Video Terkait:







