Acaman Bencana Membayangi Warga Badak, Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung
-

INDRAMAYU, anmnews.id - Tanggul kritis blok Badak, desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat, terkikis, ancaman bencana ini membayangi nyawa warga, dan ribuan hektar lahan pertanian terancam gagal panen,
Tanggul utama pelindung permukiman warga setempat, dan lumbung pangan di wilayah tersebut telah mencapai titik kritis, dengan kerusakan akibat abrasi air sungai pembuang Cipanas, yang sudah melenyapkan hingga kurang lebih 60% dari badan tanggul aslinya, membuat warga setempat hidup dalam kecemasan, ketakutan dan kengerian
Ancaman gagal panen berdampak pada ketahanan pangan Nasional, dan kekhawatiran yang dirasakan warga bukan hanya sebatas keselamatan jiwa, "ucap salah satu warga setempat.
Baca Lainnya :
- DPT Kabupaten Beltim Bertambah 564 Pemilih0
- Camat Kandanghaur Melepas Acara MTQ Tingkat Kabupaten Indramayu0
- Kepala BP2SDM LHK: Lulusan SMK Kehutanan Harus Kompeten dan Siap Kerja0
- TNI dan Polri Bersinergi Ciptakan Kondusifitas Wilayah Jatiwangi Jelang Pilkada 20240
- Polres Majalengka Gelar Binrohtal di Masjid Al-Jamiussolihin dan Virtual untuk Jajaran Polsek0
Kuwu Mundakjaya hajah Dari yah, melalui Lurah Sobari menegaskan, bahwa keruntuhan tanggul ini akan membawa dampak ekonomi yang sangat parah di tiga Kecamatan, yang meliputi, Kecamatan Cikedung, Kecamatan Lelea, dan Kecamatan Losarang, "tuturnya.
Kami perkirakan lahan pertanian warga akan langsung terendam. Ini berarti ancaman kegagalan panen dan kerugian yang luar biasa,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa potensi kegagalan panen di lahan seluas itu akan menjadi pukulan telak bagi upaya pemerintah pusat, khususnya program strategis dari Presiden Republik Indonesia, terkait Ketahanan Pangan Nasional, melindungi infrastruktur pertanian adalah kunci menjaga stabilitas pangan," tegasnya.
Lebih lanjut Sobari menegaskan, ini bukan hanya masalah desa kami, tapi ini juga mengancam program pemerintah pusat. Kami berharap pihak Balai Besar melihat hal ini sebagai isu Ketahanan Pangan, bukan hanya perbaikan fisik biasa,” tambahnya.
Harapan kami sangat besar agar pihak terkait, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera turun ke lapangan, kami butuh langkah-langkah konkrit dan cepat pembangunan penguatan tanggul permanen sebelum bencana besar benar-benar terjadi dan mengganggu stabilitas pangan dan keselamatan warga,” pungkasnya.
di tempat terpisah Warga Badak yang mengaku bernama warsono mengatakan, kami hanya bisa berharap perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah agar benteng pertahanan mereka segera diperbaiki," tambahnya.
(Lilik Rakiyah)
Video Terkait:







