Belasan preman yang ditangkap polisi Diserahkan ke Suku Dinas Sosial Jakut
-

JAKARTA, anmnews.id-
Belasan preman yang ditangkap jajaran Polsek Kelapa Gading diserahkan kepada Suku Dinas Sosial Jakarta Utara.
Mereka ditahan di depan kafe di Jalan Raya Pengangsaan Dua Kelapa Gading dan putaran depan Kodamar di Jalan Yos Sudarso Kelapa Gading Barat. Selanjutnya, di Jalan Boulevard Timur Kelapa Gading, di putaran depan Lapiazza.
Baca Lainnya :
- Dalam Proses Menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah, DKI akan Jadikan Monas Pusat Kota0
- Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Capai 22,4 persen0
- Pemkot Tangerang Selatan Bangun Tandon untuk Atasi Banjir0
- Lima Provinsi dengan Penjudi On Line terbanyak Diumumkan Mekopolhukam0
- Tingkat Kemiskinan Di Pedesaan Turun0
Selanjutnya, di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading Barat, di depan JPO ASMI di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading Barat, di Jalan Raya Pegangsaan Dua Kelapa Gading, dan di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading Timur.
Pelaku lain, AZ, yang ditangkap di kolong tol Jakarta Timur, tidak dibawa ke Suku Dinas Sosial (Sudin). Sebaliknya, dia diminta untuk diperiksa terkait kasus pencurian telepon seluler di depan kafe di Pegangsaan Dua Jakarta Utara.
Menurut Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Kapolres Metro Jakarta Utara, penindakan terhadap para preman ini dimulai karena keresahan masyarakat. Setelah itu, petugas bergerak dan berhasil menangkap preman yang dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan.
Dia menyatakan bahwa sebagian besar preman yang ditangkap berpura-pura mengawasi lalu lintas atau parkir liar dan meminta uang dari pengemudi mobil di Jakarta Utara.
Dia menyatakan, "Modusnya mengatur lalu lintas dengan meminta imbalan dari pengguna jalan."
Di Terminal Bus Tanjung Priok, polisi Metro Jakut menggelar apel besar untuk mencegah premanisme dan mencegah tindak pidana kembali terjadi di sana.
Di Jakarta, Jumat (26/7) Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Wahyudi menyatakan, "Intinya pada pagi hari ini, kami bersinergi untuk mengambil tindakan terhadap bentuk-bentuk premanisme atau kejahatan yang ada di terminal ini."
Ia menyatakan bahwa tindakan premanisme dan tindakan serupa lainnya akan diproses secara tegas dan melalui prosedur yang jelas jika masih ditemukan.
Muzofar Surya Alam, direktur Terminal Bus Tanjung Priok, menyatakan bahwa terminal ini sangat terkait dengan masalah kriminal. Akibatnya, pihaknya berubah dan secara bertahap bekerja sama dengan jajaran Kepolisian.
Dia mengatakan sulit untuk menangkap pelaku kejahatan karena keterbatasan jumlah anggota. Dia mengatakan, "Jika kita ditangkap, kita justru berbahaya, pernah anggota saya secara refleks ikut menangkap, malah jadi korban, kena tebas."
(Ade M)
Video Terkait:







