Komisi III DPRD Majalengka Tampung Aspirasi Sopir Angkot
-

MAJALENGKA, anmnews.id - Para sopir angkot yang tergabung di Paguyuban Indonesia Angkot Club mendatangi DPRD Kabupaten Majalengka guna menyampaikan aspirasi terkait jalur kota Majalengka yang banyak dilalui elf dan bus.
Mereka memgeluh terkait pendapatan yang berkurang karena jalur kota Majalengka dilalui elf dan bus yang suka menaikkan penumpang jarak dekat. Mereka berpendapat jika elf dan bus dialihkan ke jalur lain jangan memakai jalur angkot di kota Majalengka.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Majalengka Iing Misbahudin mengatakan akan menampung aspirasi para sopir angkot tersebut.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Raih 2 Kejuaraan di Ajang Lomba Smart Student dan Baca Puisi Tingkat Polda Jabar 0
- KPU Majalengka Tetapkan DPT Pilkada 2024 0
- DPT Kabupaten Beltim Bertambah 564 Pemilih0
- Camat Kandanghaur Melepas Acara MTQ Tingkat Kabupaten Indramayu0
- Kepala BP2SDM LHK: Lulusan SMK Kehutanan Harus Kompeten dan Siap Kerja0
"Tadi teman teman dari Paguyuban Indonesia Angkot Club, para sopir angkot menyampaikan keluh kesahnya ke kami, mengeluh terkait gesekan gesekan yang terjadi di jalan yang berdampak kepada pendapatan mereka," kata Iing kepda media, Jumat (23/01/26).
Masih kata Iing, jika dibiarkan akan semakin terpuruk ekonomi mereka.
"Yang mereka keluhkan adalah pertama jalur bis dan elf yang masuk ke kota, ini sering terjadi gesekan. Bagaimana bis dan elf ini meskipun penumpangnya jarak pendek suka dibawa. Mereka mengharapkan agar ke depan tidak terjadi bis dan elf menaikkan penumpang jarak pendek," ujar Ling.
Kemudian kata Iing, yang kedua minta bis dan elf itu jalurnya tidak masuk kota tetapi dialihkan ke jalur Kadipaten Jatiwangi.
"Di Dishub sendiri untuk bis itu sendiri tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur regulasinya. Tetapi ke depan mereka akan membuat surat teguran agar menaikkan penumpang di tempat tempat yang sudah ditentukan, misalnya di Rajagaluh, atau di Kadipaten atau di Cigasong," imbuh Ling.
Ditambahkannya, angkot sendiri seharusnya jadi umpan dari terminal atau dari jalan ke terminal.
"Kami komisi III ingin segera Dinas Perhubungan itu mengatasi hal ini, karena masalah ini suah lama terjadi, sudah berlarut larut, termasuk penggunaan jalan Baribis juga tidak bisa digunakan untuk angkutan umum jalur bis dan elf. Kami ingin ada solusi yang dihadirkan, jangan sampai hal ini dibiarkan terus menerus. Kami mendorong Dishub segera mengatasi hal ini, termasuk menertibkan kondisi di Kadipaten karena terminal Cipaku sudah tidak berfungsi," pungkasnya.
( Din.f )
Video Terkait:







