Kuwu Desa Jumbleng (Suyanto) Sukses Kembangkan Peternakan Sapi Mandiri
-

INDRAMAYU, anmnews.id - Suyanto, Kuwu desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, berhasil mengembangkan usaha peternakan sapi secara mandiri sejak tahun 2019. Berlokasi di Blok Binaan Desa Jumbleng,
Peternakan tersebut difokuskan pada pengembangan sapi jenis PO Kebumen, Lemosin, dan sapi lokal. Hingga saat ini, lahan yang telah disiapkan dan dibuka mencapai sekitar 50 M2, yang digunakan untuk kandang, area penggemukan, serta pendukung peternakan lainnya, "ujarnya.
Lebih lanjut Suyanto mengatakan, Program peternakan ini merupakan program mandiri jangka panjang selama lima tahun, dengan target populasi mencapai 300 ekor sapi," tuturnya pada media ini.
Baca Lainnya :
- DPT Kabupaten Beltim Bertambah 564 Pemilih0
- Camat Kandanghaur Melepas Acara MTQ Tingkat Kabupaten Indramayu0
- Kepala BP2SDM LHK: Lulusan SMK Kehutanan Harus Kompeten dan Siap Kerja0
- TNI dan Polri Bersinergi Ciptakan Kondusifitas Wilayah Jatiwangi Jelang Pilkada 20240
- Polres Majalengka Gelar Binrohtal di Masjid Al-Jamiussolihin dan Virtual untuk Jajaran Polsek0
Pada tahap awal telah tersedia sekitar 40 ekor sapi yang difokuskan untuk penggemukan, tidak hanya pada sektor peternakan, keberadaan usaha ini juga membawa perubahan signifikan terhadap infrastruktur desa.
Jalan yang sebelumnya rusak, berlumpur, dan menyerupai kubangan kerbau serta kawasan hutan, kini telah berubah menjadi akses jalan yang layak dan bagus sepanjang kurang lebih 13 kilometer.
Perubahan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran peternakan sapi ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan mendorong kemajuan wilayah desa.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung dan antusias. Ini bukan hanya usaha pribadi, tapi juga untuk mendorong kemajuan desa dan kesejahteraan bersama,” ujar Kuwu Suyanto.kepada awak media Minggu 11 Januari 2026.
Suyanto Menambahkan Ke depan, peternakan sapi di Desa Jumbleng diharapkan dapat menjadi sentra peternakan unggulan, sekaligus contoh nyata bahwa program mandiri yang dikelola secara konsisten mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa dan perekonomian masyarakat. Pungkasnya.
(Lilik Rakiyah)
Video Terkait:







